Sabtu, 17 Agustus 2019

Dosen

Cita2 Dosen 
     Awal karirku menjadi Dosen sebenarnya di mulai sejak aku melangkahkan kaki di Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang. Saat itu aku sebagai mahasiswa tiba2 aku menyaksikan para Dosen di sana begitu kharismatik, santun dan berwawasan ilmiah, sikap2 ideal sebagai ahli ilmu yg selama ini diajarkan oleh ayahku ( Bp.KH Edi Suwarto), yg juga mengajarkan padaku, bahwa tujuan hidup di dunia adalah untuk mencari bekal hidup di akhirat, dan menjadi manusia yg 'anfa'u linnas/ manfaat sebesar2nya bagi manusia.  Beliau juga mengatakan, sebaik2 aktifitad/ibadah adalah mengajar & mendidik, karena ilmu kita akan terus berkembang / meningkat/ bertambah di saat hidup di dunia dan terus berbalas/ berpahala ketika sudah meninggal dunia. Terbukalah pikiran dan hatiku untuk menambatkan tujuan hidupku dengan mengisi aktifitas menjadi Dosen.
       Alhamdulillah, karena prestasiku yg umggul, kuliah belum selesai, sy sdh ditawari menjadi Asisten Dosen oleh salah satu Dosen Fakultas Dakwah tempatku kuliah, tapi tidak kuterima karena untuk menjadi Dosen sy disuruh studi lanjut S2 langsung setelah lulus S1,  berarti aku harus kuluah 4 th lagi, maklum dulu kuluah S2 tidak semudah dan secepat sekarang, sedangkan 5 th kuliah S1 sj sudah ingin secepatnya lulus karena tidak betah hidup di Semarang yg penuh dengan hingar bingar dan cuaca yg sangat panas, meski aku juga sangat suka pada penduduknya yg sangat santun, lembut, ramah dan penuh perhatian. Maka lulus S1 aku langsung pulang kampung dg meninggalkan masa depan "karir cemerlang" di sana...
        Subhanalloh...
Alloh selalu mewujudkan keinginanku meski cuma sekedar 'rasa sepintas yg terlintas di hati', seperti keinginanku menjadi Dosen ketika awal menjadi mahasiswa di Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang. 
Aku jadi teringat, dulu....
Ketika aku masih duduk di bangku Aliyah pernah menghadiri Pengajian tiba2 hatiku sangat kagum pada Bp.KH Drs.Mubasyir, seorang Pegawai Kemenag Cilacap yg menjadi Da'i Kondang di Kabupaten Cilacap dan sangat disukai gaya ceramahnya yg ringan, humoris, tapi mengena penuh makna, saat itu hatiku berbisik" senangnya...jadi Da'i yg sarjana", ternyata satu tahun betikutnya, tepatnya Th 1986 aku mulai menjadi Da'i karena memenangkan lomba Ceramah Agama di sekolahku waktu itu (MAN 1 Cilacap), mulai saat itu aku menjadi Dai yg terus mendapat undangan ceramah dalam berbagai momen agama/ umum di berbagai tempat meski usiaku masih sangat muda ( 17) th dan pengetahuanku belum seberapa, bahkan aku juga seperti layaknya 'Nyai luar biasa". Di usia semuda itu...berbagai kalangan dari rakyat biasa hingga pejabat luar biasa, bahkan santri dan Ulama memanggil saya dengan panggilan " mba Nyai" ( sebutan kehormatan ahli agama Islam perempuan. Masyarakat dari berbagai kalangan " meminta doa" untuk berbagai hal : minta laris dagangannya, minta cepat dapat jodoh, ingin jadi anggota Dewan, ingin anaknya seperti saya, dll. Itulah karunia Alloh swt yg diberikan kepadaku meski cuma dari sekedar 'bisikan hati'. Termasuk bisikanku saat ingin jadi Dosen.... 
Lulus S1, putra sulung KH Chasbulloh Badawi, B.A. dan Bp.Drs.Sujud Murtadhlo serta Bp.KH Mukhlisudin Affandi, B.A memintaku menjadi Dosen di  Institut Agama Islam Imam Ghazali (IAIIG) Cilacap, meski tawaran Dosen di IAIN Walisongo telah kutinggal pulang kampung.....
      Tepatnya mulai 24 september 1993 (usiaku 24 th baru lulus S1) sy resmi mendapat SK sebagai Dosen tetap di sana, padahal sebelumnya sudah kutolak berbagai tawaran kerja dari berbagai instansi....
Beberapa instansi yg menawariku bekerja saat itu, antara lain : Departemen Agama Cilacap, PT Asuransi Jiwa Sraya, SMP al Irsyad Cilacap, yg semua pimpinannya langsung (Ketua yayasan, Pejabat Akademik,.Kepala URAIS nya) yg datang ke rumah untuk memintaku bekerja di Instansi mereka. Bukan bermaksud ria atau takabur, ini fakta, karena aku memang aktifis organisasi sejak SD dan selalu lulus terbaik, bahkan lulus S1 , pada 17/04/1993 sebagai lulusan tercepat dan terbaik, serta IP tertinggi di DEPAG Kabupaten  Cilacap, hingga Bp.KH Dimyati saat itu berkata " Kiye utek apa komputer" sambil mengelus jilbab di kepalaku melahirkan rasa kagum. Aku sendiri sebenarnnya selalu merasa" bodoh, rendah dan minder" di manapun berada, tapi penilaian orang " aku pinter, luar biasa, hebat, jenius, bintang, " dll, julukan yg dipanggilkan kepadaku.
      Singkatnya ku terima tawaran menjadi Dosen bukan karena ingin meraih cita2, tapi karena " Kata2 dari Tokoh2 pendiri yg menawariku dengan  kata2 : " yuh, melu berjuang bareng!". Bismillah..berjuang li i'lai kalimatillah, jihad fi Allah, Ta'lim muta'alim, amar makruf nahi munkar, aku menjadi Dosen muda ketika baru 3 bulan lulus kuliah S1. Dan aku juga menjadi Dai sejak usia 17 th, pada th itu juga 05 Juli 1993 aku mendirikan Taman Pendidikan alQur'an (TPQ & MADIN) Baiturahmat, dengan dukungan ayahku yg setuju aku menolak menjadi PNS saat itu. Mulai saat  itu hingga  kini...aktifitas pilihan hidupku